Jakarta … I’m coming! (Episode I)
(Nama, waktu dan tempat kejadian yang terdapat dalam kisah ini tidak fiktif belaka. Mohon maaf jika nama Anda tidak terdapat di dalamnya.!)
Begini ceritanya ...
Kira-kira 2 tahun yang lalu. Tepatnya bulan September 2003 yang lalu aku diberikan rezeki dan kesempatan oleh Allah untuk dapat menginjakkan kaki ke ibukota Indonesia, ya Jakarta.
Alhamdulillah, berkat diterimanya aku bekerja di salahsatu sekolah kejuruan di Banda Aceh, akhirnya aku bisa ke sana. Adapun tujuan keberangkatan ku ke sana untuk mengikuti Diklat Bidang Teknik Grafika yang berlokasi di daerah Jakarta Selatan selama 2 bulan yaitu September – Oktober 2003.
Aku nggak sendiri, melainkan bersama-sama dengan 4 orang teman yang kebetulan bekerja satu bidang dengan ku. Tapi yang berangkat dari Banda Aceh hanya 3 orang dan 2 orang lagi nyusul dari Jogjakarta.
Pertama sampai di Bandara Soekarno Hatta kok aku ngerasa ‘kikuk kikuk’ gitu ya? Hehehe .. maklum baru pertama kali ke Jakarta. Terlihat beda dengan ke 2 teman ku yang terlihat biasa aja. Ya terang aja, wong mereka berempat udah pernah ke sana. Kenapa?
Karena mereka ini udah pernah main ke Jakarta gitu loh, dan mereka udah berpengalaman ke Jawa. Mereka lulusan dari universitas ternama di Jogjakarta.
Dari Bandara kami berpencar, 1 orang teman ku langsung ke Bogor via kereta api untuk mengunjungi calon istrinya. Sedangkan aku dan 1 orang teman ku sudah di tunggu oleh seseorang yang memegang selembar kertas bertuliskan “ANDRIANSYAH”, he he he persis kayak di pilem or sinetron ya? Siapakah dia? Ya beliau adalah sopir saudara ku yang siap menjemput kami ke rumah saudara ku yang berlokasi di seputaran Palmerah Barat. Langsung aja aku hampiri dan kami pun langsung jalan.
Dari Palmerah kami menuju Jakarta Selatan. Dalam perjalanan aku sempat liat-liat sekeliling ku, gedung-gedung pencakar langit, kendaraan lalu lalang dan banyak lagi pokoknya. Sukses, kami mengalami kemacetan selama 1 jam lebih. Yeah, welcome to Jakarta man! Mungkin itu kata-kata yang pertama kali dilontarkan ibukota Jakarta buat pendatang baru seperti aku.
Singkat cerita, kami pun akhirnya sampai ke lokasi diklat yang kebetulan dilaksanakan di salahsatu sekolah kejuruan bidang Teknik Grafika yang udah terkenal di sana dan kami tinggal di asrama siswa yang juga ada di sekolah tersebut.
(to be continue…)
(Nama, waktu dan tempat kejadian yang terdapat dalam kisah ini tidak fiktif belaka. Mohon maaf jika nama Anda tidak terdapat di dalamnya.!)
Begini ceritanya ...
Kira-kira 2 tahun yang lalu. Tepatnya bulan September 2003 yang lalu aku diberikan rezeki dan kesempatan oleh Allah untuk dapat menginjakkan kaki ke ibukota Indonesia, ya Jakarta.
Alhamdulillah, berkat diterimanya aku bekerja di salahsatu sekolah kejuruan di Banda Aceh, akhirnya aku bisa ke sana. Adapun tujuan keberangkatan ku ke sana untuk mengikuti Diklat Bidang Teknik Grafika yang berlokasi di daerah Jakarta Selatan selama 2 bulan yaitu September – Oktober 2003.
Aku nggak sendiri, melainkan bersama-sama dengan 4 orang teman yang kebetulan bekerja satu bidang dengan ku. Tapi yang berangkat dari Banda Aceh hanya 3 orang dan 2 orang lagi nyusul dari Jogjakarta.
Pertama sampai di Bandara Soekarno Hatta kok aku ngerasa ‘kikuk kikuk’ gitu ya? Hehehe .. maklum baru pertama kali ke Jakarta. Terlihat beda dengan ke 2 teman ku yang terlihat biasa aja. Ya terang aja, wong mereka berempat udah pernah ke sana. Kenapa?
Karena mereka ini udah pernah main ke Jakarta gitu loh, dan mereka udah berpengalaman ke Jawa. Mereka lulusan dari universitas ternama di Jogjakarta.
Dari Bandara kami berpencar, 1 orang teman ku langsung ke Bogor via kereta api untuk mengunjungi calon istrinya. Sedangkan aku dan 1 orang teman ku sudah di tunggu oleh seseorang yang memegang selembar kertas bertuliskan “ANDRIANSYAH”, he he he persis kayak di pilem or sinetron ya? Siapakah dia? Ya beliau adalah sopir saudara ku yang siap menjemput kami ke rumah saudara ku yang berlokasi di seputaran Palmerah Barat. Langsung aja aku hampiri dan kami pun langsung jalan.
Dari Palmerah kami menuju Jakarta Selatan. Dalam perjalanan aku sempat liat-liat sekeliling ku, gedung-gedung pencakar langit, kendaraan lalu lalang dan banyak lagi pokoknya. Sukses, kami mengalami kemacetan selama 1 jam lebih. Yeah, welcome to Jakarta man! Mungkin itu kata-kata yang pertama kali dilontarkan ibukota Jakarta buat pendatang baru seperti aku.
Singkat cerita, kami pun akhirnya sampai ke lokasi diklat yang kebetulan dilaksanakan di salahsatu sekolah kejuruan bidang Teknik Grafika yang udah terkenal di sana dan kami tinggal di asrama siswa yang juga ada di sekolah tersebut.
(to be continue…)




