Thursday, December 29, 2005 

You’re The Inspiration

Musik? Hari-hari ku jarang lepas darinya. Sehari nggak ngederin musik jadinya … “Hampa terasa … hidupku tanpa dirimu” begitulah yang dikatakan Ari Lasso dalam lagunya “Hampa”. Musik menjadi teman setia di saat aku lagi ngerjain sesuatu di komputer … baik itu saat lagi ngetik atau pun saat asik nge-disain somethink gitu. Sebenernya aku orang nya gak terlalu milih soal lagu … asal enak didengar, yuuuu lanjut! Dari jenis musik nasyid, pop alternative, mellow, rock, sampai melayu ala Siti Nurhaliza.

Rasanya tak lengkap jika kita seneng musik tapi gak bisa memainkan alat musik. Alhamdulillah Allah memberikan ku kemampuan memainkan alat musik gitar. Bermodalkan gitar tua yang diberikan kakakku untuk ngilangin suntuk. Mulailah berbagai kitab-kitab gitar ku pelajari. Pertapaan ku dimulai dalam sebuah kamar berukuran kira-kira 3 x 2 meter. Chord demi chord ku pelajari walaupun tak semuanya yang aku hapal. Dan yang sayangnya lagi aku gak ngerti ama not-not balok yang naik turun gitu .. hehehe. Trus aku nyoba nyari chord-chord lagu yang ada. Aku ingat banget waktu itu aku sukses maenin lagu Good Bye nya Air Supply ya.. walaupun chord nya dapat di majalah. Trus yang senengnya lagi bisa maenin lagu akustik Richard Marx yang judulnya Now and Forever … wuih puas banget rasanya. Akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa nyari chord nya langsung dari lagu yang aku dengar. Jadi gak harus liat contekan lagi .. huehuehue. Tapi sayang … tape recorder ku yang jadi korban kebrutalan jari-jariku yang dengan silih berganti mencet tombol play…pause…stop…ff dan rew …*gubrak..keplak…klotak…* begitulah bunyinya.

Alhamdulillah dibalik semua itu ada hikmahnya, … karena hobi ini pula aku sempat ikut nge-band ama teman-teman seprofesi .. ceileeee.. Hobi ku ini berawal dari SMP kelas 1 yang mana sering menjadi additional player di grup-grup band yang lainnya … saat itu aku hanya berani megang bass sih blum PD maenin gitar soalnya temen-temen yang laen pada dahsyat semua permainan gitarnya. Pertengahan SMU sempet juga diajak temen ikutan festival akustik gitu … walapun gak menang sih tapi itu adalah pengalaman terindah bagiku. Dan akhir perjalanan nge-band berada di penghujung SMU. Kenangan tak terlupakan dimana saat perpisahan aku sempat dipercayakan memainkan gitar dan ngebawain beberapa lagu.. seperti You’re All I Need (White Lion) dan Aku Milikmu (Dewa) … saking gugupnya jari-jari ku pada ngaco tuh plus gemetar-gemetar gitu .. yang harusnya metik senar 1 eeh nyangkut ke senar 2 dan sebaliknya .. hihihihi … maklumlah penyakit gak PD nya kumat kalo udah diatas panggung. Tapi bener lho .. waktu ngebawain lagu Aku Milikmu nya DEWA .. serasa menjadi Andra aja tuh *huu ngimpi kali ye* saking kepengennya jadi gitaris ternama. Halah … kebanyakan menghayal ni.

Image hosted by Photobucket.com

Ngomong-ngomong gitaris, ada beberapa musisi Indonesia yang menjadi inspirasiku dalam bermusik (huhuuu kayak sedang diwawancara aja ya)… gak banyak kok cuma ada 3 (loh digambar kok ada 4?). Mereka adalah Andra Ramadhan (Dewa), Dewa Budjana (GIGI), Tohpati (Simak Dialog) dan satu lagi …. Aku sendiri (udah bisa nebak gambar ke 4 kan?) *gubrak* huehuehue. Walaupun sekarang banyak bermunculan band-band baru, tapi aku masih tetap menjagokan mereka dalam bermusik. Kreatif … inspiratif … inovatif … imajinatif … ya itu mungkin yang ada di mereka. Tapi masing-masing orang punya pilihan dan penilaian sendiri. Pilihlah mereka yang menurut Anda itu orang yang tepat dan dapat dipercaya! (huss .. Pilkadaaaaa kali yee).

Nge-band? Itu sekarang menjadi kenangan-kenangan yang sempat singgah dalam pelabuhan hidupku. Walaupun gak lagi nge-band, tapi kini aku cukup menikmati musik dengan ber solo karir aja .. *tuh tuh tuh .. dah ikut-ikutan Ari Lasso lagi .. halah!! Maklum ya sobat … daya khayal ku udah over limit kali. Mohon jangan terlalu dimasukin ke ati ya … hehehe!

Perhatian! Semua kata-kata yang mengandung kayalan, imajinasi atau apapun itu yang membuat Anda merasa eneg ngebacanya… itu hanya lah sekedar untuk menyenangkan diri sendiri aja. Terima Kasih!

(Thanks to Andra, Budjana and Tohpati for the inspiration)

Saturday, December 24, 2005 

Wanita ... Kau Cukup Istimewa

Kau digelar sebagai penyeri dunia
Hadirmu melengkap hubungan manusia
Bukan saja dirindui yang biasa
Malah Adam turut sunyi tanpa Hawa

Akalmu setipis bilahan rambut
Tebalkanlah ia dengan limpahan ilmu
Jua hatimu bak kaca yang rapuh
Kuatkanlah ia dengan iman yang teguh

Tercipta engkau dari rusuk lelaki
Bukan dari kaki untuk dialasi
Bukan dari kepala untuk dijunjung
Tapi dekat dibahu untuk dilindung
Dekat jua di hati untuk dikasihi
Engkaulah wanita hiasan duniawi

Mana mungkin lahirnya bayangan yang lurus elok
Jika datangnya dari kayu yang bengkok
Begitulah pribadi yang dibentuk

Didiklah wanita dengan keimanan
Bukannya harta ataupun pujian
Kelak tidak derita berharap pada yang binasa

Engkaulah wanita istimewa

Sadarilah insan istimewa
Bahwa kelembutan bukan kelemahan
Bukan jua penghinaan dari Tuhan
Bahkan sebagai hiasan kecantikan

(Thanks to Wardah, Malaysia)

Thursday, December 22, 2005 

Bunuh Diri

Na'udzubillahimindzalik ...
Tadi pagi pas sedang makan pagi, aku sempat nonton acara Cerita Pagi yang ditayangin TransTV. Kebetulan hari ini mengupas kasus bunuh diri yang baru-baru ini terjadi.

Masya Allah, macam-macam versi penyebabnya. Sayang aku gak nonton sampai abis karena keburu mau pergi. Tapi yang sempat aku liat salahsatu penyebabnya adalah karena CINTA.
Gila ... kekuatan cinta begitu dahsyatnya hingga mengalahkan cinta kita pada Allah swt.
Bunuh diri gara-gara putus cinta dan ditolak ama sang pacar. Dan cara bunuh diri dengan gantung pake tali atau sarung dan jadi stuntman dengan lompat dari atas gedung ... menjadi favorit orang-orang saat ini. Dan rata-rata sebelum 'pergi', mereka sempat meninggalkan pesan dan kesan kepada orang-orang tercinta. Tapi .. kayaknya gak ada yang sama dengan isi Pesan Terakhir yang sempat aku posting sebelumnya.

Masing-masing orang memang punya masalah yang berbeda-beda. Dan beda-beda pula cara menyelesaikannya. Bunuh diri ... mungkin salahsatu jalan yang paling tepat ditempuh oleh mereka yang udah gak sanggup lagi menghadadapi masalahnya dan gak tau kemana lagi harus mengadu. Dan sangat tidak tepat dilakukan mengingat akan pertanggungjawaban kita kelak kepada Sang Pencipta. Apakah mereka gak mikir akan hal itu? Atau memang sudah siap untuk mempertanggungjawabkannya? Entahlah ...
Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang ... begitu kata Ebiet G. Ade

Gimana juga seandainya kita tengah menghadapi persoalan yang sangat rumit. Sepertinya gak tau lagi kemana harus mengadu. Teman, keluarga atau dokter sekalipun mungkin gak bisa meolong kita. Ingat ... dokteeeeer juga manusia .. punya rasa punya hati ... dst.

Tuhan ...
Merupakan satu-satunya tempat mengadu yang paling tepat dan pasti.
Paling tepat bagi kita yang beriman untuk mengadu dan memohon petunjuk. Karena hanya Dia lah tempat kita berserah diri dan memohon segala pertolongan.
Paling pasti dapat menyelesaikan segala permasalahan kita. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya ... karena Allah Maha Berkehendak. Mungkin hanya segelintir orang saja yang yakin akan hal tersebut. Yang lainnya gimana?

Ya ... mungkin disinilah tingkat keimanan seseorang diuji.
Apakah dia sanggup dan sabar menghadapinya? Apakah ia akan mengadu dan memohon pertolongan kepada Tuhan Nya atau malah kepada yang selain dirinya? Dukun, orang pintar atau apalah istilah nya.
Tapi memang bener, jika kita telah mencapai suatu tingkat keputus asaan ... dimana sepertinya tidak ada satupun di dunia ini yang dapat menolong kita, maka pikiran dan bisikan-bisikan ngaco mulai menggoda iman.
Astaghfirullah ...

Gimana juga jika masalah yang kita hadapi tersebut gak selesai-selesai?
Padahal kita udah melaksanakan segala perintah Nya. Kita udah melaksanakan shalat 5 waktu, ikut pengajian atau ta'lim, shalat malam dan shalat sunat lainnya, puasa dan sebagainya? Tapi pertolongan tak kunjung datang dan do'a-do'a kita pun belum juga dikabulkan? Apakah itu memang sudah takdir bagi kita atau memang merupakan ujian dimana episode tersebut memang harus kita jalani?
Aku pernah denger kata-kata dari temen ku, tapi rada-rada lupa gitu yang dikatakannya. Lebih kurang gini ... (mohon koreksi ya kalo salah)...
"Di dunia ini ada 3 jenis manusia ...
Yang pertama ... manusia yang hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat
Yang kedua ... manusia yang hidup bahagia di dunia dan sengsara di akhirat
Yang ketiga ... manusia yang hidup sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat

Kalo gak salah gitu deh isinya ... mohon koreksi nya ya
Tapi jika memang itu benar, apakah dalam kasus ini manusia berada di jenis yang ketiga?
Hidup sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat?

Aku sangat yakin dengan satu hal yang pasti Anda juga meyakinkannya ...
Bahwa dibalik segala sesuatu permasalahan yang kita hadapi, pasti lah ada hikmah yang terkandung di dalamnya


Semoga Allah swt. memberi kita kekuatan iman dan Islam serta diberikan petunjuk, kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi segala persoalan hidup.
Amiiin

Saturday, December 17, 2005 

Pesan Terakhir …

Entahlah … aku juga nggak tau kenapa semalam sepertinya ada yang mendorongku untuk menyampaikan ini kepada Anda semua. Tapi tak mengapalah … aku turuti saja maunya … dan mungkin memang inilah saat yang tepat sebelum sisa durasi umur ku mendekati expired

25 tahun sudah aku tinggal di bumi Allah ini … selama itu pula berbagai peristiwa berkolaborasi menjadi satu hingga menjadi sebuah album kompilasi yang melengkapi riwayat perjalanan hidup ku … plus bergelimang dosa dan nista.

Aku mengaku Islam tapi masih sangat banyak perintah Nya yang tidak atau pun belum aku jalankan … dan mengaku Nabi Muhammad itu adalah panutan bagiku tapi aku masih enggan mengikuti sunah-sunah nya. Terserah … mungkin aku bisa dibilang hamba yang munafik

Sewaktu masih menganggur dulu … aku masih bisa melangkahkan kaki ku ke mesjid untuk melaksanakan shalat 5 waktu berjama’ah meski kadang bolong-bolong … rasanya sehari tidak bersilaturahmi kesana, perasaanku jadi gak enak. Saat itu berbagai do’a ku panjatkan kepada Nya … memohon petunjuk dan pertolongan dalam menghadapi masalah hidup

Tapi setelah Dia memberi ku pekerjaan … aku jadi lupa segala-gala nya. Lupa asal datang nya rezeki itu. Pikiran ku hanya tertuju pada pekerjaan dan masalah duniawi lainnya. Aku udah jarang ikut shalat berjama’ah, aku tak segera beranjak dari tempat duduk ku saat azan berkumandang … kesibukan telah menutup telingaku untuk memenuhi panggilan Nya.
Sepertinya aku telah men"dewa"kan pekerjaan dari pada Tuhan ku sendiri

Do’a ku kini makin pendek saja dari sebelumnya. Kalimat indah takbir, tahmid, tasbih dan dzikir kini pun sudah jarang membasahi lidah ku. Saat shalat pun masih terbayang akan pekerjaan yang belum selesai dan sebagainya. Apakah aku makhluk yang tak bersyukur, makhluk yang munafik … tapi kenyataan sekarang ini ya seperti itu. Ampuni aku ya Allah …

Terlintas dibenak ku jika Allah mau mengambil semua nya … hanya hitungan detik atau lebih cepat dari itu Dia dapat mengambilnya kembali. Lantas kalau itu terjadi gimana? Aku kembali gigit jari dan mulai memperpanjang baris do’a - do’a ku dahulu dan aku mulai eksis kembali untuk menghabiskan waktu ku di rumah Nya dan membuat berbagai pengaduan-pengaduan baru.

Ya Allah jauhkan hamba Mu ini dari sifat – sifat munafik …

Aku khawatir sisa umur ku yang gak tau pasti kapan batas akhirnya ini belum cukup untuk menutupi dosa-dosa ku selama ini. Aku juga khawatir kegelisahan dan ketakutan ku selama ini membuat ku tak kuat menahan terpaan badai duniawi.

Kematian adalah tamu yang bisa datang pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja

Anyone … anywhere and anytime ... begitulah kata-kata yang sering diucapkan Joe Rogan disetiap awal acara Fear Factor

Apakah kita siap menyambut nya? Adakah disela-sela pekerjaan atau pun kegiatan, kita juga turut menyertakan Nya? Gimana kalau ia datang saat kita tengah bekerja, sedang pergi atau pun pulang dari kantor? Gimana juga kalau ia datang disaat azan berkumandang dan saat itu pula kita tengah memenuhi panggilan atasan kita daripada panggilan Nya? Siapkah kita?

Sebuah renungan yang mungkin perlu kita tanamkan setiap saat. Renungan untuk selalu mengingat akan kematian

Kepada keluarga, saudara, sahabat dan orang-orang yang mengenal ku…

Ijinkan aku untuk memohon ma’af atas segala sikap, tingkah laku atau apapun itu .. yang telah membuat kalian terluka. Mungkin tak banyak yang bisa aku perbuat untuk kalian … mungkin juga selama ini aku hanya bisa merepotkan kalian dengan keluh kesah ku. Ma’af kan jika aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian

Penghargaan dan rasa terimakasih .. kupersembahkan kepada kalian semua

Semoga saja pesan terakhir ku ini dapat mewakili ku disaat mulut ku ini tak mampu lagi mengucapkannya

Friday, December 16, 2005 

Teman Setia

Aku kenal dia sejak kelas 1 SMP hingga saat ini …
Tiap hari dia selalu mengisi hari-hariku. Dia juga selalu berusaha menyayat kegelisahan ku hingga bekas nya selalu jadi kenangan indah … meski itu hanya sesaat … ya hanya sesaat

Tapi tak apa, itu pun sudah sangat berarti bagiku … bathin ku dibuat nyaman olehnya
Setiap nada-nada yang keluar dari mulutnya mungkin jawaban dari kegelisahanku selama ini Hanya aku saja yang terlalu bodoh untuk memahaminya …
Atau memang dia memang bukanlah sosok yang layak untuk bisa berbagi rasa … berbagi cerita … suka maupun duka

Malam ini … sebuah komposisi indah Erwin Gutawa dengan sentuhan tangan dinginnya Tohpati mengingatkan aku akan dirinya. Dirinya yang setiap hari kujamah dengan harapan dapat melupakan kepenatanku sejenak

Sepulang dari kantor dia telah menanti dengan harapan aku akan menyentuhnya …
Berharap keramahannya dapat mengusir rasa lelah ku seharian bekerja
Tapi aku sangat sadar bahwa dia bukanlah satu-satunya harapan untuk membunuh kegelisahan ku selama ini

Sayang dia hanyalah sosok bisu dan kaku yang hanya bisa melayani ku saat aku membutuhkan nya. Sosok bisu yang tidak bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk bisa membantu ku.
Mungkin hanya nada-nada syahdunya saja yang membuat telingaku betah mendengarkan ocehan nya

Entah kenapa setiap aku berada di dekatnya, aku sering berkhayal menjadi seorang Andra ‘DEWA’ yang bergaya nge rock di atas panggung atau pun Tohpati yang dengan cool nya mengiringi Glenn Fredly bernyanyi
Ya ... walaupun itu hanya cita-cita masa-masa SMA ku dulu yang kini hanya tinggal sisa-sisa nya saja

Dengan bangga kuperkenalkan teman setia ku hingga saat ini
Dialah … gitar tua ku …

(Dedicated for My Old Guitar)

Thursday, December 15, 2005 

Susah jadi MUSLIMAH ?

“Kaum Feminis” bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak harus selalu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Makanya “Kaum Feminisme” nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"
Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??
Benda yg mahal harganya tentu akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita Islam.

Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sedangkan lelaki menerima warisan perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini:
Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:

Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yang disukainya cukup dgn 4 syarat saja :
Shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah, tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita ......kan?

(Sumber: Hanifah Tri Utami)

Wednesday, December 14, 2005 

Ya Allah .. ampuni aku ..

Ya Allah …
Aku menghadap dan mengadu kepada Mu dalam keadaan hina dan nista
Aku merangkak bersama dosa-dosa yang menyelimuti tubuhku
Ijinkan aku menyampaikan isi hati ku disela-sela sisa umur ku

Umur ku kini telah mencapai 25 tahun
Tak banyak yang ku perbuat untuk agama Mu
Dan tak banyak pula sunah-sunah Rasul Mu yang ku ikuti

Aku tahu Engkau Maha Pengasih dan Penyayang
Aku tahu Engkau Maha Pengampun segala dosa hamba Mu
Walaupun dosa itu sebanyak buih di lautan

Banyak sudah peristiwa yang aku alami
Pahit … manis … suka … duka …
Semua itu pernah singgah dalam perjalanan hidup ku

Ya Allah …
Aku kini sangatlah berbeda dengan aku dahulu
Aku kini berada dalam kekalutan dan kegelisahan
Hanya Engkau semata yang tahu apa yang kurasakan

Saat ini aku tengah menghadapi ujian dari Mu
Ujian terberat yang tak pernah ku rasakan sebelumnya dalam hidup ku
Ujian yang hingga saat ini belum ku temukan jawabannya

Aku sadar bahwa setiap cobaan hidup itu ..
Merupakan bentuk dari kasih sayang Mu terhadap hamba Mu
Dan aku juga sangat yakin …
Kalau Engkau tidak akan menguji hamba Mu diluar batas kemampuannya

Ya Allah …
Ampuni jika dalam hati ku terbesit prasangka buruk terhadap Mu
Ampuni jika dalam hati ku meragukan sifat Rahman dan Rahim Mu
Ampuni jika aku tak sabar menghadapi berbagai cobaan hidup

Ya Allah …
Hanya kepada Mu lah aku memohon pertolongan dan berserah diri
Karuniakan lah kepada ku Rahmat .. Taufik dan Hidayah Mu
Berilah aku petunjuk agar aku menemukan jawaban itu

Ya Allah …
Berilah aku kesabaran dan menghadapi ujian ini
Dan ampunilah jika aku tidak sabar dalam menghadapinya
Aku juga ingin hidup tenang, bahagia seperti hamba Mu yang lain
Karena itu kabulkan lah permohonan hamba Mu ya Rabb

Amiiin…



© 2005 - 2007 Andriansyah

  • I'm Andriansyah
  • From Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
  • Freelance Designer
    My Profile



Name :
Web URL :
Message :



    Andriansyah BlogPage


Get Flash Player

Dan-Radcliffe.net



DayDreamGraphics

Design World



<body><!-- --><div id="flagi" style="visibility:hidden; position:absolute;" onmouseover="showDrop()" onmouseout="hideDrop()"><div id="flagtop"></div><div id="top-filler"></div><div id="flagi-body">Notify Blogger about objectionable content.<br /><a href="http://help.blogger.com/bin/answer.py?answer=1200"> What does this mean? </a> </div></div><div id="b-navbar"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-logo" title="Go to Blogger.com"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/logobar.gif" alt="Blogger" width="80" height="24" /></a><form id="b-search" name="b-search" action="http://search.blogger.com/"><div id="b-more"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-getorpost"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_getblog.gif" alt="Get your own blog" width="112" height="15" /></a><a id="flagButton" style="display:none;" href="javascript:toggleFlag();" onmouseover="showDrop()" onmouseout="hideDrop()"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/flag.gif" n</body></html>