Monday, November 28, 2005 

Keutamaan Shalat Berjama’ah

Kita tahu banyak orang yang telah melaksanakan shalat, tapi gak terlalu mementingkan shalat berjamaah. Apa karena gak tau keutamaannya atau pun udah tau tapi ogah ngelakuinnya? Termasuk yang manakah kita? Hanya kita dan Allah Swt. lah yang tau. Banyak perihal tentang shalat berjamaah ini yang Alhamdulillah aku dapetin dari berbagai sumber antara lain dari buku “Shalat Berjamaah Kunci Pembuka Pintu Surga” dan “Kitab Fadhail A’mal” yang keduanya ditulis oleh Maulana Muhammad Zakariyya al Khandalawi.
Di sana diterangkan sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i yaitu:

Abdullah bin Umar r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Shalat dengan berjamaah dua puluh tujuh kali lebih baik daripada shalat sendirian”

Duh, betapa ruginya kita yang selama ini betah dengan shalat sendirian di rumah daripada shalat berjamaah di mesjid. Berat memang untuk bisa ngerjain shalat 5 waktu secara berjamaah di mesjid. Apalagi di waktu-waktu dimana orang-orang pada sibuk dengan urusan duniawinya seperti waktu Zhuhur, Ashar, Isya apalagi Subuh. Isya biasanya waktu dimana kita sering keluar rumah, sibuk ngerjain sesuatu atau pun stay tune dalam rumah sambil nonton acara tipi yang sayang untuk dilewatkan. Trus … waktu Subuh yang emang paling enak deket-deket ama selimut, bantal dan temen-temennya iya gak? Jujur aku juga gitu :D
Seandainya aja kita tau akan pahala yang kita dapat dari ngerjain shalat Isya dan Subuh berjamaah, kita pasti berusaha untuk gak ngeninggalinnya. Apa sih pahala yang kita dapet?

Nabi Muhammad saw. bersabda “Barangsiapa shalat Isya secara berjamaah maka seakan-akan ia shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat Subuh secara berjamaah, maka seakan-akan dia shalat malam semalam suntuk.” (HR. Muslim).

Ada juga hadist lainnya, Anas bin Malik r.a. menceritakan, Rasulullah saw. bersabda, “Seseorang yang selalu shalat dengan berjamaah selama empat puluh hari tanpa tertinggal takbir yang pertama (bersama imam) akan mendapat dua jaminan: 1) diselamatkan dari neraka; 2) bebas dari sifat munafik.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah saw. juga menjelaskan agar kita mau memikirkan betapa pahala itu terus bertambah bagi seseorang yang telah berwudhu, kemudian pergi ke mesjid dengan niat semata-mata hendak mendirikan shalat berjamaah, setiap langkahnya mendapatkan pahala dan menghapuskan satu dosa. Subhanallah, sungguh betapa untungnya jika kita yang bisa melakukannya.

Trus gimana juga kalo kita gak melaksanakan shalat berjamaah?
Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mendengar seruan adzan, tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur, maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima.” Para sahabat bertanya, “Apakah uzurnya?” Beliau saw. menjawab, “Ketakutan atau sakit.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Jadi maksud dari “shalatnya tidak diterima” adalah, dia gak dapat pahala dari shalat yang dikerjakannya, walaupun kewajibannya udah ditunaikan. Dengan kata lain, dia gak dapat kemuliaan dan kehormatan yang seharusnya dia terima. Ini adalah menurut para imam kita, sedangkan para sahabat dan sebagian tabiin mengatakan bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa alasan yang kuat adalah haram hukumnya. So, shalat berjamaah hukumnya adalah wajib, sehingga banyak ulama yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat berjamaah, shalatnya tidak sah.

Gimana? berminat untuk melakukannya demi pahala-pahala tersebut diatas atau rela meninggalkannya demi kesibukan duniawi kita yang belum tentu ada manfaatnya.

Sebagai manusia biasa … aku sendiri juga terkadang masih ngerasa berat plus males banget untuk bisa shalat 5 waktu berjamaah di mesjid. Ada aja yang ngegoda buat ninggalinnya … ya kerjaan, acara tipi, dan urusan duniawi lainnya. Emang sih kita gak bisa langsung mampu mengerjakannya dengan sempurna, perlu waktu, perlahan tapi pasti dan yang terpenting NIAT. Insya Allah kita tergolong dalam hamba Nya yang senantiasa diberikan petunjuk, rahmat, taufik dan hidayah Nya. Amiiin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Jakarta … I’m coming! (Episode II – The End)

Episode yang lalu …
Jadi, kami bertiga lah yang pertama sampai di asrama. Beberapa hari kemudian barulah dua teman kami yang dari Jogjakarta nyusul ke Jakarta. Dan akhirnya kami berlima pun berkumpul.

Keesokan harinya merupakan hari pertama kami menjalankan tugas. Kebetulan jadwal diklat kami dari Senin sampai Jum’at, makanya kami lebih banyak menggunakan Sabtu dan Minggu buat jalan-jalan ke kota. Untuk ke kota kami biasa pake 2 alternatif, kalo gak naek kereta api ya naek angkot.
Berhubung belom pernah ke Jakarta, aku ‘ngekor’ aja teman-teman ku yang udah pernah ‘berkelana’ ke sana. Banyak peristiwa atau pengalaman baru yang aku dapat dalam perjalanan ke kota.
Kereta api, ya… benda panjang yang biasa aku liat di tipi atau media lainnya udah dapat aku rasakan gimana nyaman berada di dalamnya. Kereta api alternatif paling cepat ke kota, karena jarang ada hambatan yang kita dapat di dalam perjalanannya. Tapi walaupun demikian, kita musti kudu waspada di dalamnya. Jangan sampai molor atau pun terlalu terpesona sama yang ‘bening-bening’ (cowo atau cewe cakep gitu loh). Tetap siaga, tahan napas, mata gak kedip-kedip … but jangan lama-lama tahan napas nya ntar bisa bengek lagi .. hihihi … just kidding. Gak sampe segitu tegangnya kok.
Kenapa kita musti waspada? Pencurian, pencopetan, penodongan atau tindak kriminal lainnya paling sering terjadi di dalam sana. Sampai-sampai masuk Top 10 Tindakan Kriminal Terfavorit :D hehehe.

Jujur, aku sendiri pernah jadi korban pencopetan atau pencurian. Aku ingat kejadian malam hari saat perjalanan pulang dari Tanah Abang menuju asrama (daerah Srengseng Sawah, Jaksel). Karena kebetulan temanku banyak beli belanjaan buat keluarganya di Banda Aceh, jadi sebelah tanganku ngebantu megang plastik belanjaannya dan yang sebelahnya lagi megang besi pegangan tepat di atas kepala ku … biar gak jatuh gitu.
Sedikit pun aku gak curiga ama orang-orang disekeliling ku. Karena aku perhatikan gak ada satu orang pun berpenampilan mencurigakan. Malah ada yang sempat senyum pada ku … bukan cewe loh. Satu hal lagi yang sangat mendukung dan melancarkan aksi kriminal itu ialah malam itu penumpang dalam kereta api itu padaaat banget.

Nah, disinilah saat-saat dimana makhluk terkutuk yang bernama SETAN itu mulai menggoda manusia. Bukan pencopet aja loh yang digoda, tapi orang biasa seperti aku pun bisa juga digoda. Lho kok bisa? Ya, disaat penumpang yang padat berdesakan itu lah pikiran kita mulai kotor. Pernah aku bersenggolan dengan penumpang perempuan, abis gimana lagi coba kalo padat gitu kan pasti kesenggol badannya (aahh … alasan aja kamu An, mau nyari aman ya!) Sampai-sampai dia sempat bilang “Awas, jangan pegang pinggang”.. Tuh, gimana gak malunya dikatain kayak gitu. Akhirnya dengan wajah tak berdosa kupalingkan pandangan ku ke arah lain.

Oya, sambung lagi bagian pencopetan tadi … setelah turun di stasiun aku ngerasa kantong celana ku yang sebelah kanan kok terasa kosong gitu. Karena memang biasanya hp aku masukin ke kantong kanan. Yang anehnya lagi, kok aku gak ngerasa ada yang ngambil tu hp padahal aku pake celana jeans. Aku akui tu maling udah prof banget, rupanya SETAN berhasil melatih dia dengan prof kali ya.

Aku panik banget malam itu, langsung aku nelpon keluarga di Banda Aceh buat ceritain kejadian itu supaya mereka gak kebingungan nantinya saat menghubungi aku. Saat itu juga aku nelpon dosen ku buat minta maap karena kebetulan SIM Card yang ada dalam hp itu punya beliau yang aku pinjam sebelum berangkat berhubung Sim Card nya bisa bebas roaming. Penasaran aku nyoba call ke no hp ku, rupanya ada yang jawab “Maaf, nomor yang Anda hubungi tidak aktif atau berada diluar jangkauan … cobalah beberapa saat lagi”… sudah kuduga kalo ‘beliau’ yang bakal ngejawab!

Di saat inilah keikhlasan ku di uji. Aku harus ikhlas hp ku dimiliki orang lain dan meyakinkan diriku kalo itu titipan Allah pada ku dan mungkin hp itu memang bukan rejeki buatku. Walaupun pertamanya agak berat aku terima, karena uang yang aku pake buat beli hp itu ialah hasil dari obyekan kecil-kecilan plus honor mengajar yang udah sekian lama aku kumpulin.
Yah, mungkin ini ‘sambutan’ awal ibukota Jakarta yang paling tidak mengenakkan buat pendatang baru seperti aku kali ya. Semoga tidak yang untuk kedua kalinya. Amin.

Hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa ini diantaranya; apapun yang Allah titipkan kepada kita hanyalah sementara … jadi janganlah kita terlalu mencintai apa yang dititipkan Nya kepada kita melebihi cinta kita kepada Nya dan kita juga harus udah siap dan ikhlas jika suatu saat Dia mengambil nya kembali walau seberat apapun itu dan yakin bahwa Dia akan memberikan yang lebih baik dari sebelumnya. Sesungguhnya Dia Maha Tahu mana yang terbaik buat hamba Nya. (pembaca: Eleh eleeeh … ngomongnya kayak ustad-ustad di sinetron Rahasia Ilahi aja nih? Aan: gakpapa deh asal jangan kayak belatungnya di Rahasia Ilahi aja, na’udzubillahimindzalik)
Hari demi hari aku lewati bersama-sama teman-teman ku di Jakarta, hingga saat waktu tugas selesai … kami pun kembali dengan kenangan yang gak terlupakan selama di Jakarta. Sebenarnya masih banyak kisah-kisah nyata lainnya yang mau aku ceritakan. Berhubung kontrak kerja buat nulis hanya dua episode untuk cerita ini, jadi aku cukupkan sampai disini ya (hehe bcanda kok).

Makasih buat Anda yang udah ngikutin dari episode I sampai II ini, mudah-mudahan bermanfaat buat aku dan Anda semua.

*** The End ***

Friday, November 25, 2005 

Jakarta … I’m coming! (Episode I)

(Nama, waktu dan tempat kejadian yang terdapat dalam kisah ini tidak fiktif belaka. Mohon maaf jika nama Anda tidak terdapat di dalamnya.!)

Begini ceritanya ...
Kira-kira 2 tahun yang lalu. Tepatnya bulan September 2003 yang lalu aku diberikan rezeki dan kesempatan oleh Allah untuk dapat menginjakkan kaki ke ibukota Indonesia, ya Jakarta.
Alhamdulillah, berkat diterimanya aku bekerja di salahsatu sekolah kejuruan di Banda Aceh, akhirnya aku bisa ke sana. Adapun tujuan keberangkatan ku ke sana untuk mengikuti Diklat Bidang Teknik Grafika yang berlokasi di daerah Jakarta Selatan selama 2 bulan yaitu September – Oktober 2003.
Aku nggak sendiri, melainkan bersama-sama dengan 4 orang teman yang kebetulan bekerja satu bidang dengan ku. Tapi yang berangkat dari Banda Aceh hanya 3 orang dan 2 orang lagi nyusul dari Jogjakarta.
Pertama sampai di Bandara Soekarno Hatta kok aku ngerasa ‘kikuk kikuk’ gitu ya? Hehehe .. maklum baru pertama kali ke Jakarta. Terlihat beda dengan ke 2 teman ku yang terlihat biasa aja. Ya terang aja, wong mereka berempat udah pernah ke sana. Kenapa?
Karena mereka ini udah pernah main ke Jakarta gitu loh, dan mereka udah berpengalaman ke Jawa. Mereka lulusan dari universitas ternama di Jogjakarta.
Dari Bandara kami berpencar, 1 orang teman ku langsung ke Bogor via kereta api untuk mengunjungi calon istrinya. Sedangkan aku dan 1 orang teman ku sudah di tunggu oleh seseorang yang memegang selembar kertas bertuliskan “ANDRIANSYAH”, he he he persis kayak di pilem or sinetron ya? Siapakah dia? Ya beliau adalah sopir saudara ku yang siap menjemput kami ke rumah saudara ku yang berlokasi di seputaran Palmerah Barat. Langsung aja aku hampiri dan kami pun langsung jalan.

Dari Palmerah kami menuju Jakarta Selatan. Dalam perjalanan aku sempat liat-liat sekeliling ku, gedung-gedung pencakar langit, kendaraan lalu lalang dan banyak lagi pokoknya. Sukses, kami mengalami kemacetan selama 1 jam lebih. Yeah, welcome to Jakarta man! Mungkin itu kata-kata yang pertama kali dilontarkan ibukota Jakarta buat pendatang baru seperti aku.

Singkat cerita, kami pun akhirnya sampai ke lokasi diklat yang kebetulan dilaksanakan di salahsatu sekolah kejuruan bidang Teknik Grafika yang udah terkenal di sana dan kami tinggal di asrama siswa yang juga ada di sekolah tersebut.
(to be continue…)

Thursday, November 24, 2005 

Membuat Resume Desainer Web

Bila Anda adalah desainer Web yang telah lama berkiprah, atau Anda mulai menekuni dunia desain, ada satu hal yang tak kalah penting yang harus Anda perhatikan;

Resume.
Resume adalah riwayat perjalanan Anda dalam berkarir, jadi secara ringkas orang akan mendapatkan gambaran tentang Anda dalam resume yang Anda buat. Bila Anda seorang desainer Freelance dan mencari proyek atas nama pribadi, resume merupakan penunjang dari nilai jual atas karya Anda. Dengan resume yang baik, calon klien akan merasa teryakinkan. Resume juga berperan sangat penting bila Anda melamar pekerjaan, perusahaan akan mendapat gambaran apa, siapa, dan bagaimana Anda dalam bidang yang Anda geluti.

Lalu, apa saja yang harus Anda cantumkan dalam resume seorang desainer Web?
Beberapa poin dibawah mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda dalam membuat resume.

Fokuskan Arah Resume
Dalam membuat resume seorang desainer Web, pastikan hal-hal yang ingin Anda tonjolkan adalah dalam bidang tersebut. Walaupun bidang lain akan menjadi nilai tambah, hindarkan kesan Anda adalah sebagai orang segala bisa. Bila terlalu memperlihatkan bahwa Anda menguasai banyak hal, apalagi mengada-ada, kelak hal ini akan merugikan Anda sendiri mengingat di Indonesia cakupan kerja desainer Web di sebuah perusahaan masih belum profesional, misalnya, masih banyak perusahaan yang meminta desainer "plus", plus bisa programming, networking, admin server, dan lain-lain.

Cantumkan Prestasi dan Kebanggan Anda
Punya prestasi atau kebanggan dalam desain Web? Hal ini bisa jadi faktor penunjang dari karir kerja Anda, cantumkanlah tanggal, even, dan prestasi yang Anda raih. Prestasi kerja pada perusahaan yang terdahulu pun dapat Anda tambahkan. Misalnya:
2001: Juara 1, Lomba desain banner Master Web.
2002: Desain Web terbaik Master Web Indonesia, untuk PT...

Riwayat Pendidikan, kursus, atau workshop
Riwayat pendidikan, kursus, atau workshop bermanfaat untuk memberikan gambaran pengetahuan yang Anda miliki. Bila Anda telah sering mengikuti workshop atau kursus, tidak usah ditulis seluruhnya karena akan terkesan "orang kursusan", cukup tampilkan yang dapat menunjang profesi Anda.

Pengalaman Organisasi
Apakah Anda adalah orang yang dapat diajak bekerjasama dalam sebuah tim? Gambaran tentang hal ini diperoleh dari penuturan keterlibatan Anda pada sebuah organisasi baik itu organisasi yang Anda ikuti pada masa sekolah atau kuliah, Organisasi kemasyarakatan, atau sosial. Sebutkan posisi atau jabatan yang Anda pegang.

Sebutkan kemampuan Anda
Deskripsikan kemampuan Anda dalam hal Desain Web baik secara teknis seperti penguasaan software dan hal lainnya. Kemampuan ini dapat menjadi gambaran utama apakah Anda memenuhi kriteria atau tidak.

Pengalaman Kerja
Pengalaman Kerja dapat menjadi pertimbangan yang sangat berharga, orang yang telah atau pernah bekerja, biasanya memiliki pengalaman lebih pada bidang desain Web. Batasi jumlah pengalaman kerja Anda, cukup tampilkan pengalaman kerja pada perusahaan yang menurut Anda pantas dibanggakan. Bila terlalu banyak menampilkan pengalaman kerja, bisa-bisa Anda disebut kutu loncat.

Hobi dan Ketertarikan
Hobi dan ketertarikan merupakan expresi dari jiwa Anda, orang dapat menilai Anda dari hobi dan ketertarikan Anda akan suatu hal.

(Sumber: Pupung Budi Purnama http://designworld.master.web.id)

Tuesday, November 15, 2005 

Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna
Oleh : unknown

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa. Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Wednesday, November 02, 2005 

Idul Fitri ... lembaran baru menuju hidup baru!

Alhamdulillah Ramadhan hari ini akan usai. Insya Allah besok akan kita jelang Idul Fitri yang suci. Besok merupakan awal lembaran baru ku ...
Aku pengen setelah Idul Fitri ini aku bisa ngejalanin kehidupan yang baru dan berusaha meninggalkan segala kebiasaan negatif yang pernah aku lakuin. Insya Allah, Allah memudahkan jalan ku menuju cita-cita suci ini. Mudahan-mudahan dengan apa yang aku alami sekarang ini baik itu cobaan hidup ... bad or good, dapat lebih mendekatkan diri aku kepada Allah SWT. Semoga DIA memberi aku kekuatan dan kesabaran agar bisa melewatinya dengan mudah. Amiiin.
Terima kasih yang setulusnya buat teman-teman ku yang selama ini gak bosan-bosannya ngasih dukungan ke aku. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian semua.

"Tiada ucapan seindah dzikir, tiada hari sesuci Idul Fitri ..
tiada harapan seindah kema'afan...
Maka untuk lisan yang tak terjaga dan janji yang terabaikan
hati dan semua prasangka serta sikap yang pernah menyakitkan
Aku mengucapkan ..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1426 H
Mohon Maaf Lahir & Bathin"



© 2005 - 2007 Andriansyah

  • I'm Andriansyah
  • From Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
  • Freelance Designer
    My Profile



Name :
Web URL :
Message :



    Andriansyah BlogPage


Get Flash Player

Dan-Radcliffe.net



DayDreamGraphics

Design World



<body><!-- --><div id="flagi" style="visibility:hidden; position:absolute;" onmouseover="showDrop()" onmouseout="hideDrop()"><div id="flagtop"></div><div id="top-filler"></div><div id="flagi-body">Notify Blogger about objectionable content.<br /><a href="http://help.blogger.com/bin/answer.py?answer=1200"> What does this mean? </a> </div></div><div id="b-navbar"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-logo" title="Go to Blogger.com"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/logobar.gif" alt="Blogger" width="80" height="24" /></a><form id="b-search" name="b-search" action="http://search.blogger.com/"><div id="b-more"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-getorpost"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_getblog.gif" alt="Get your own blog" width="112" height="15" /></a><a id="flagButton" style="display:none;" href="javascript:toggleFlag();" onmouseover="showDrop()" onmouseout="hideDrop()"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/flag.gif" n</body></html>