Krakatau dan Rafly CS Begitu Memukau

Rafly bersama sejumlah personel Krakatau. (Dari kiri) Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma dan Arief Setyadi.
Peristiwa tadi malam adalah peristiwa yang ga bisa aku lupain. Gimana nggak ...
Grup musik jazz yang udah T.O.P di Indonesia dan luar negeri yang bernama Krakatau, tadi malam manggung di Lapangan Blang Padang Banda Aceh dalam konser Panggung Musik Perdamaian. Krakatau gak sendiri, mereka juga ditemani para musisi Aceh seperti Rafly dengan band KANDE nya, RAKET Band dan Kurniatun Z serta dimeriahkan juga dengan tari-tarian khas Aceh seperti tari Saman dan tari Geleng.
Krakatau memang berganti formasi. Di frontline baru, selain Ubiet, yang juga seorang Etnomusikolog itu, ada drummer Gerry Herb (Alv & Audiensi band). Sementara itu, personel ”kawakan”-nya tetap Dwiki Dharmawan (piano & synthesizer), Pra Budi Dharma (electric fretless bass), Ade Rudiana (kendang and percussions), Yoyon Darsono (tarompet, rebab, suling), dan Zainal Arifin (gamelan and percussions). Khusus untuk pertunjukan tadi malam itu, ada dua musikus tamu, saxophonist Arif Setyadie dan drummer Budhy Haryono yang dulu sempat juga bergabung dengan Krakatau dan GIGI.
Ngomong-ngomong Budhy Haryono, tadi malam aku juga sempat poto bareng ama dia dan juga Gerry Herb yang dua-duanya drummer handal yang dimiliki republik ini. Tapi sayang gambarnya belum bisa dimasukin postingan ini berhubung kamera digital yang dipake buat poto itu punyanya teman dari temanku dan dia harus segera balik ke Calang berhubung karena pekerjaan. Yaa gak apa apa deh ...
Berhubung dengan telah diberlakukannya syariat Islam di NAD, maka pada pertunjukan tadi malam panitia telah membagi dua bagian tempat buat penonton. Jadi laki-laki dan perempuan dipisah dalam 2 tempat yang berbeda. Didin dan Mi'ing (Bagito) selaku MC pun sempat mengakui betapa tertibnya penonton yang memadati Lapangan Blang Padang tadi malam. Dan berniat ingin membawa penonton Aceh ke Jakarta .. hehehe. Apalagi kaum ibu-ibu yang duduk manis di atas rumput bak sedang mengikuti pengajian di majelis taklim.
Pertunjukan yang dimulai dari jam 8 sampai jam 11 malam itu berlangsung tertib tanpa insiden apa pun. Dan aku sendiri begitu menikmati sajian tadi malam apalagi yang mentas adalah musisi jazz senior Indonesia, Krakatau Band. Semoga saja untuk kedepannya bakalan banyak lagi artis-artis ibukota yang meramaikan hiburan musik di Aceh. Karena memang saat ini masyarakat Aceh haus dan rindu akan hiburan musik seperti tadi malam.
Oya, menurut sumber yang aku dapat dari berbagai media bahwa Dwiki Dharmawan yang juga selaku pemilik dari sekolah musik Farabi ini juga akan memproduseri album terakhir Rafly yang kini telah memasuki tahap akhir. Kabarnya juga di album tersebut juga akan diramaikan oleh beberapa musisi Aceh. Kita tunggu aja ya ...
Duh nyesel banged ga nanya langsung ama dia, padahal sempat berselisih jalan saat pementasan usai. Belom rejeki kali ya buat bisa salaman ama dia.
Untuk sekedar informasi, tadi malam adalah pertunjukan musik ke 2 yang aku tonton setelah Dewa 19 yang sempat manggung di Banda Aceh tahun 1999 lalu.

Rafly bersama sejumlah personel Krakatau. (Dari kiri) Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma dan Arief Setyadi.
Peristiwa tadi malam adalah peristiwa yang ga bisa aku lupain. Gimana nggak ...
Grup musik jazz yang udah T.O.P di Indonesia dan luar negeri yang bernama Krakatau, tadi malam manggung di Lapangan Blang Padang Banda Aceh dalam konser Panggung Musik Perdamaian. Krakatau gak sendiri, mereka juga ditemani para musisi Aceh seperti Rafly dengan band KANDE nya, RAKET Band dan Kurniatun Z serta dimeriahkan juga dengan tari-tarian khas Aceh seperti tari Saman dan tari Geleng.
Krakatau memang berganti formasi. Di frontline baru, selain Ubiet, yang juga seorang Etnomusikolog itu, ada drummer Gerry Herb (Alv & Audiensi band). Sementara itu, personel ”kawakan”-nya tetap Dwiki Dharmawan (piano & synthesizer), Pra Budi Dharma (electric fretless bass), Ade Rudiana (kendang and percussions), Yoyon Darsono (tarompet, rebab, suling), dan Zainal Arifin (gamelan and percussions). Khusus untuk pertunjukan tadi malam itu, ada dua musikus tamu, saxophonist Arif Setyadie dan drummer Budhy Haryono yang dulu sempat juga bergabung dengan Krakatau dan GIGI.
Ngomong-ngomong Budhy Haryono, tadi malam aku juga sempat poto bareng ama dia dan juga Gerry Herb yang dua-duanya drummer handal yang dimiliki republik ini. Tapi sayang gambarnya belum bisa dimasukin postingan ini berhubung kamera digital yang dipake buat poto itu punyanya teman dari temanku dan dia harus segera balik ke Calang berhubung karena pekerjaan. Yaa gak apa apa deh ...
Berhubung dengan telah diberlakukannya syariat Islam di NAD, maka pada pertunjukan tadi malam panitia telah membagi dua bagian tempat buat penonton. Jadi laki-laki dan perempuan dipisah dalam 2 tempat yang berbeda. Didin dan Mi'ing (Bagito) selaku MC pun sempat mengakui betapa tertibnya penonton yang memadati Lapangan Blang Padang tadi malam. Dan berniat ingin membawa penonton Aceh ke Jakarta .. hehehe. Apalagi kaum ibu-ibu yang duduk manis di atas rumput bak sedang mengikuti pengajian di majelis taklim.
Pertunjukan yang dimulai dari jam 8 sampai jam 11 malam itu berlangsung tertib tanpa insiden apa pun. Dan aku sendiri begitu menikmati sajian tadi malam apalagi yang mentas adalah musisi jazz senior Indonesia, Krakatau Band. Semoga saja untuk kedepannya bakalan banyak lagi artis-artis ibukota yang meramaikan hiburan musik di Aceh. Karena memang saat ini masyarakat Aceh haus dan rindu akan hiburan musik seperti tadi malam.
Oya, menurut sumber yang aku dapat dari berbagai media bahwa Dwiki Dharmawan yang juga selaku pemilik dari sekolah musik Farabi ini juga akan memproduseri album terakhir Rafly yang kini telah memasuki tahap akhir. Kabarnya juga di album tersebut juga akan diramaikan oleh beberapa musisi Aceh. Kita tunggu aja ya ...
Duh nyesel banged ga nanya langsung ama dia, padahal sempat berselisih jalan saat pementasan usai. Belom rejeki kali ya buat bisa salaman ama dia.
Untuk sekedar informasi, tadi malam adalah pertunjukan musik ke 2 yang aku tonton setelah Dewa 19 yang sempat manggung di Banda Aceh tahun 1999 lalu.




