Teman Setia
Aku kenal dia sejak kelas 1 SMP hingga saat ini …
Tiap hari dia selalu mengisi hari-hariku. Dia juga selalu berusaha menyayat kegelisahan ku hingga bekas nya selalu jadi kenangan indah … meski itu hanya sesaat … ya hanya sesaat
Tapi tak apa, itu pun sudah sangat berarti bagiku … bathin ku dibuat nyaman olehnya
Setiap nada-nada yang keluar dari mulutnya mungkin jawaban dari kegelisahanku selama ini Hanya aku saja yang terlalu bodoh untuk memahaminya …
Atau memang dia memang bukanlah sosok yang layak untuk bisa berbagi rasa … berbagi cerita … suka maupun duka
Malam ini … sebuah komposisi indah Erwin Gutawa dengan sentuhan tangan dinginnya Tohpati mengingatkan aku akan dirinya. Dirinya yang setiap hari kujamah dengan harapan dapat melupakan kepenatanku sejenak
Sepulang dari kantor dia telah menanti dengan harapan aku akan menyentuhnya …
Berharap keramahannya dapat mengusir rasa lelah ku seharian bekerja
Tapi aku sangat sadar bahwa dia bukanlah satu-satunya harapan untuk membunuh kegelisahan ku selama ini
Sayang dia hanyalah sosok bisu dan kaku yang hanya bisa melayani ku saat aku membutuhkan nya. Sosok bisu yang tidak bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk bisa membantu ku.
Mungkin hanya nada-nada syahdunya saja yang membuat telingaku betah mendengarkan ocehan nya
Entah kenapa setiap aku berada di dekatnya, aku sering berkhayal menjadi seorang Andra ‘DEWA’ yang bergaya nge rock di atas panggung atau pun Tohpati yang dengan cool nya mengiringi Glenn Fredly bernyanyi
Ya ... walaupun itu hanya cita-cita masa-masa SMA ku dulu yang kini hanya tinggal sisa-sisa nya saja
Dengan bangga kuperkenalkan teman setia ku hingga saat ini
Dialah … gitar tua ku …
(Dedicated for My Old Guitar)
Aku kenal dia sejak kelas 1 SMP hingga saat ini …
Tiap hari dia selalu mengisi hari-hariku. Dia juga selalu berusaha menyayat kegelisahan ku hingga bekas nya selalu jadi kenangan indah … meski itu hanya sesaat … ya hanya sesaat
Tapi tak apa, itu pun sudah sangat berarti bagiku … bathin ku dibuat nyaman olehnya
Setiap nada-nada yang keluar dari mulutnya mungkin jawaban dari kegelisahanku selama ini Hanya aku saja yang terlalu bodoh untuk memahaminya …
Atau memang dia memang bukanlah sosok yang layak untuk bisa berbagi rasa … berbagi cerita … suka maupun duka
Malam ini … sebuah komposisi indah Erwin Gutawa dengan sentuhan tangan dinginnya Tohpati mengingatkan aku akan dirinya. Dirinya yang setiap hari kujamah dengan harapan dapat melupakan kepenatanku sejenak
Sepulang dari kantor dia telah menanti dengan harapan aku akan menyentuhnya …
Berharap keramahannya dapat mengusir rasa lelah ku seharian bekerja
Tapi aku sangat sadar bahwa dia bukanlah satu-satunya harapan untuk membunuh kegelisahan ku selama ini
Sayang dia hanyalah sosok bisu dan kaku yang hanya bisa melayani ku saat aku membutuhkan nya. Sosok bisu yang tidak bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk bisa membantu ku.
Mungkin hanya nada-nada syahdunya saja yang membuat telingaku betah mendengarkan ocehan nya
Entah kenapa setiap aku berada di dekatnya, aku sering berkhayal menjadi seorang Andra ‘DEWA’ yang bergaya nge rock di atas panggung atau pun Tohpati yang dengan cool nya mengiringi Glenn Fredly bernyanyi
Ya ... walaupun itu hanya cita-cita masa-masa SMA ku dulu yang kini hanya tinggal sisa-sisa nya saja
Dengan bangga kuperkenalkan teman setia ku hingga saat ini
Dialah … gitar tua ku …
(Dedicated for My Old Guitar)




