2006 ... Tahun Penuh Harapan ...
Gak terasa kita udah memasuki tahun 2006. Bagiku tahun ini adalah tahun dimana aku harus menata kembali hidup ku yang selama ini sepertinya berjalan tanpa tujuan yang jelas.
Dua tahun yang sudah (2004 – 2005) merupakan tahun terberat sepanjang hidup ku.
Allahu Akbar … jika Ia menghendaki, Dia dapat dengan sekejap merubah nasib manusia. Karena itulah yang aku rasakan sekarang. Aku merasakan bahwa keadaanku sekarang sangatlah berbeda dengan aku yang dulu. Seperti ada sesuatu yang hilang. Hingga membuatku gak bisa berpikir jernih lagi. Aku capek dengan ini semua. Ingin rasanya Allah segera mengambil nyawa ku. Astaghfirullah …
Aku mungkin sekarang gak seceria dulu lagi walau sebenarnya aku bukanlah seorang yang periang dan agresif. Aku mungkin gak seramah dulu lagi meskipun pada dasarnya aku bukanlah orang yang sangat ramah terhadap orang lain. Aku telah membuat banyak orang tersakiti dan kecewa dengan sikap ku selama ini. Salahsatu episode kehidupan yang telah lewat yang membuatku merasa menjadi ‘orang lain’ di dunia ini.
Di tahun 2006 ini aku ingin membuka lembaran baru. Melupakan peristiwa lalu yang begitu pahit bagiku. Kadang terpikir ingin rasanya menjadi seorang amnesia yang gak ingat apapun. Na’udzubillahimindzalik … Semoga itu tidak menjadi kenyataan. Aku khawatir jika itu terjadi maka aku pun dengan serta merta akan kehilangan semua memori indah yang pernah terekam dalam otak ku. Hilanglah semua ilmu-ilmu agama yang telah aku dapat, hilang pula ilmu-ilmu disain yang telah aku serap dari buku dan internet … yang nantinya membuat ku tidak dapat lagi mencari nafkah … demi sesuap nasi dan semangkuk berlian …
Dibalik sisa-sisa rasa pesimis ini. Aku masih punya cita-cita luhur …
Aku ingin kehidupan ku kedepan nya berjalan dengan ‘normal’. Aku berusaha untuk menghilangkan sifat terlalu cinta akan kehidupan dunia yang belum tentu jelas diatas kehidupan akhirat yang pasti dan kekal adanya. Aku ingin membuang rasa pesimis, takut, gelisah, negative thinking yang selama ini membayangi perjalanan hidupku. Dan berusaha melupakan peristiwa pahit yang telah lewat. Meski sulit untuk melupakannya.
Aku ingin hidupku ini tertata lebih baik dari tahun sebelumnya dan mempunyai tujuan hidup yang jelas. Salahsatu nya mendapatkan pekerjaan yang mapan, menyiapkan fisik dan mental untuk melangkah kedepan. Memperbaiki dan meningkatkan amalan ibadah dan iman ku yang selama ini naik turun. Untuk kedepan nya aku harus lebih siap dan ikhlas menerima ujian dari Nya. Tapi sejujurnya … aku belum siap untuk menghadap Nya.
Untuk Ibu ku tercinta yang ada di rumah … kuharap beliau dapat mengerti akan keadaan ku sekarang ini. Aku sadar kalau Ibu sangat menyayangi ku seperti saudara-saudara ku yang lain. Hingga saat ini pun aku belum bisa membuat nya bahagia. Bakti ku pada nya belum lah seberapa dibanding dengan kasih sayang nya kepada ku dari aku dalam kandungan hingga besar sampai saat sekarang ini. Harapan ku … semoga Ibu tidak lagi menganggap ku seperti anak kecil lagi. Aku ingin diperlakukan sebagai seorang anak laki-laki 25 tahun yang mempunyai cita-cita dan kebebasan dalam menentukan jalan hidup ku sendiri. Aku ingin beliau memberi ku kepercayaan untuk mengatur hidup ku sendiri dan tidak terlalu mencampuri kehiudupan yang aku tempuh saat ini. Semoga saja Ibu ku dapat berubah.
Maaf kan anak mu yang tidak tahu balas budi ini Ibu …
Disamping itu …
Sebagai manusia normal aku juga ingin punya keluarga sendiri. Aku berharap suatu saat kelak … Allah menganugerahkan kepada ku seorang wanita solehah yang bisa menerima ku apa adanya dengan segala kekurangan ku. Karena sesungguh nya aku bukan lah sosok laki-laki macho pemberani seperti laki-laki lain pada umumnya dengan segala kelebihan yang ada. Aku hanyalah seorang laki-laki introver yang kini berusaha memperbaiki hidup, meraih kebahagiaan hidup dan belajar menghadapi kehidupan dengan segala kekurangan nya. Aku sangat mendambakan seorang istri yang dapat mengingatkan ku disaat aku lalai dan lupa akan segala perintah Nya. Lemah lembut dan penyayang tentunya. Dan aku sendiri … ingin jadi suami sekaligus imam yang baik bagi istri dan anak-anak ku kelak. Semoga apa yang aku lakukan kedepan … dapat bermanfaat bagiku, keluargaku dan orang banyak.
Amiiin …
Tentunya semua harapan dan cita-cita luhur yang udah kusebutkan di atas mungkin tidak semuanya dapat terwujud dalam waktu yang singkat di tahun 2006 ini. Aku berharap salahsatunya akan menjadi kenyataan. Kalaupun itu tidak di tahun ini, mungkin di tahun yang akan datang. Aku pun gak tahu. Hanya Tuhan lah yang menentukan segala nya. Aku hanya bisa berdo’a, berikhtiar dan berharap agar Allah mengabulkan nya.
Ya Allah, aku yakin saat ini Engkau sedang melihat ku sedang menulis baris-baris harapan ini. Aku sangat berharap Ya Allah semoga baris-baris harapan ini akan menjadi kenyataan. Kabulkan lah permohonan hamba Mu yang hina dan penuh dosa ini Ya Rabb.
Aku yakin Ya Allah … Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba Mu. Jadikan lah aku hamba Mu yang senantiasa sabar, tawakal dan berserah diri pada Mu. Aku sangat berharap bahwa suatu saat badai yang saat ini menerpa ku, akan segera berlalu … walaupun aku gak tahu kapan waktunya.
Akhirnya … aku hanya bisa berdo’a dan berharap Engkau mengabulkan do’ku Ya Allah. Dan juga menanti keajaiban dari Mu yang akan menjamah ku untuk menjadi manusia dengan kehidupan yang baru lagi.
Amiiin ya Rabbal ‘Alamin
(*An introvert guy with million dream and hope)





Keep up the good work » » »
Posted by
Anonymous |March 05, 2007 7:16 PM